?

Log in

Ainu Athifah
28 June 2014 @ 07:29 am
250207
25 icons f(x) sulli red light teaser
100x100 px
[more photos]
252122
232420
171819
161213
151011
090607
080502
030401
14

you can also download the 200x200 px in here
don't forget the credit :)
 
 
Current Mood: amusedamused
Current Music: Five for Fighting - 100 years
 
 
Ainu Athifah
04 July 2013 @ 10:10 pm
hi everyoneeee~! long holiday right now :) and I made some icons along this holiday. don't forget, cr to: secretmvps14
here it is:

bomi 1jindeulxoxo
apink: 17 icons
b1a4: 6 icons
exo: 9 icons

[more, click this]Apink:
bomi 1bomi copybomi copy 1chorong 1chorong copyeunjiiii 1eunjiiii 2eunjiiiieunji1 copyhayoung 1hayoung copynaeun 1naeun copynamjoo 1namjoo copy 2namjoo copy
namjoo

B1A4:
jinyoung 1jinyoungsandeul 1sandeulsandeul-jinyoung jindeul

EXO:
xoxoxoxo1xoxo2xoxo3yixingyixing1yoloyolo1yolo2
Tags: , , ,
 
 
Current Mood: amusedamused
Current Music: Apink - NoNoNo
 
 
Ainu Athifah
29 December 2012 @ 02:23 am
Title     : The Servant
Pairing : Chanyeol/Baekhyun
Rating  : G
Wordcount : 529

[life isn't easy like you think]

The Servant

3 days before

Chanyeol stared at the mirror. He realized that his life is only for being a servant that can’t be free. Being a servant in a kingdom that have a lot of enemies is hard. Your life is full with terror and you must protect your master.

“What’s wrong Chanyeol-a? Your face is so pale” said Baekhyun—Chanyeol’s young master.

“No problem. What’s the matter? Do you need any help?”

Everyday, Chanyeol helps Baekhyun and do whatever for Baekhyun. He’s such a kind servant.

Chanyeol didn’t know why he was chosen to become a servant. He was an ordinary man that worked on a cafe, but then he just accepted his destiny—without any regret maybe.

2 days before       

“Can you help me to do this?”

Chanyeol came to his young master and then helped him. Baekhyun always asked Chanyeol to help him or to accompany him to play. He said that he was very happy when Chanyeol came because Baekhyun didn’t have any friends in this palace.

And this is the unique side. Chanyeol looks alike with Baekhyun. That’s why Baekhyun always felt that Chanyeol wasn’t his servant but he was his twin. They went together wherever they go.

Chanyeol haven’t complained about Baekhyun’s childish characteristic. Although he often to do th sigh verytime Baekhyun asked him to do something.

“Chanyeol, can you come to the master’s room?” asked one of the butler. Chanyeol went to the master’s room with no supposition, although his master hadn’t called him before.

1 day before

Chanyeol knew there’s something wrong when he came to this kingdom. Everyone in this place saw him with the worry expression in their face. But Baekhyun no. He accepted him with his wide smile that Chanyeol always like.

His master said that he should dress like Baekhyun tomorrow.

Chanyeol felt it was weird. But he did it.

The day

Chanyeol had dressed like Baekhyun and then one of the butler brought him to a room. There’s Baekhyun in that room.

“I’m sorry”

“I don’t understand”

“You’ll be killed”

“What do you mean?”

Baekhyun went somewhere with another butler. Then Chanyeol heard a burst from a pistol in front of the door. A person came and catched Chanyeol and brought him to the yard. There’re a lot of people gathered in the yard and shouted: “Kill him! Kill him!”

Chanyeol didn’t understand until a person put him in a chair. He noticed Baekhyun in the gathered people. His face said that he was sorry, but Chanyeol thought that it was goodbye. Chanyeol smirked.

His eyes covered by a cloth. 5 seconds later, he heard a burst again and then he felt nothing.

Chanyeol died.

5 hours before

He understood why this kingdom chose him as the servant. Many people wanted to kill Baekhyun because of the past problem and they will come today, to kill him.

He also understood why the master ordered him to dress like Baekhyun. Because when the people came, Chanyeol will be catched and Baekhyun will safe.

Maybe, I regretted to become a servant Chanyeol thought.

Maybe this is the end of my life. I’ll never forgive you, Baekhyun.

Tags: , ,
 
 
Current Mood: lonelylonely
Current Music: Kagamine Rin & Kagamine Len - Servant of Evil
 
 
Ainu Athifah
29 June 2012 @ 10:36 pm
yey, sistar is comeback with loving  u! the mv is good because it's in Hawaii, wohoooo
I also decided to make some icons from the mv. here~
but as usual, add credit if use it! cr:secretmvps14</lj>


[more here]

[more here]





Tags: ,
 
 
Current Mood: cheerfulcheerful
Current Music: BTOB - Monday To Sunday
 
 
Ainu Athifah
24 June 2012 @ 07:42 pm
wohoooo, because i have some spare time, so I decided to make same icons:
[7] infinite
[6] u-kiss

 
[more here]
                                                                                            UKISS      


INFINITE






Tags: ,
 
 
Current Mood: cheerfulcheerful
Current Music: hatsune miku - sayounara goodbye
 
 
 
Ainu Athifah
09 May 2012 @ 02:04 am
updates hello venus "venus" icons
credit: secretmvps

      
 
 
Current Mood: cheerfulcheerful
Current Music: EXO K - MAMA
 
 
Ainu Athifah
17 February 2012 @ 03:51 pm

Title : If
Author : secretmvps14
Cast(s) : Lee Sungyeol (Infinite), Lee Junghwan a.k.a Sandeul (B1A4), Min Hyunjoo (OC)
Genre : Fluff, Hurt/Comfort
Rating : T
Language : Indonesian
Disclaimer : I own the story and idea. and for Min Hyunjoo, her name was taken from while you were sleeping drama. she inspired me a lot:)



[will you?]
Langit berawan kelabu masih setia menemani sore yang dingin ini. Angin berhembus disertai gerimis kecil-kecil menambah kesenduan suasana sore ini. Aku berjalan cepat menuju tempat penyeberangan jalan. Dan disanalah dia. Berdiri di seberang jalan dengan tatapan datar melihatku. Pada saat mata kami bertemu, dia langsung pergi ke arah lain meninggalkanku yang masih berdiri menunggu lampu tanda untuk menyeberang berubah menjadi hijau.

***

Aku mengenal dia 1 tahun yang lalu. Pada saat hari pertama masuk SMA, aku tak sengaja melihatnya sedang berdiri di samping podium untuk menunggu gilirannya memberi sambutan sebagai murid baru. Dan saat itu juga aku menyadari bahwa dia mirip dengan seseorang di masa lalu.

”Sandeul..” desisku sambil tetap melihat dia.

Namun, kenyataan telah membuatku sadar. Sandeul tak akan kembali.

***

Aku pernah mendengar dari orang-orang di sekitarku, bahwa orang yang jatuh cinta pada seseorang akan menunjukkan sikap yang berbeda. Aku merasakan ‘sikap yang berbeda ‘ dari dia, yang sayangnya dia tujukan kepadaku. Aku tidak menerimanya. Bukan karena aku tidak menyukainya, tapi karena dia mirip seseorang di masa lalu. Aku tidak ingin menyukainya hanya karena dia mirip seseorang di masa lalu.

Aku menunjukkan sikap ‘tidak menerima’ pada dia. Walaupun aku tahu, sebenarnya aku tak sanggup melakukan itu padanya, namun harus tetap aku lakukan daripada aku memberikan alasan yang sebenarnya. Dan dia mengerti sikap itu. Dia mulai menjauh dari hidupku, yang entah mengapa membuatku kesepian. Mungkinkah ini pertanda? Mianhae....

***

Aku berjalan menuju café yang berada di seberang taman kota. Gerimis masih setia menemaniku hingga saat ini. Tetes-tetes hujan yang menempel di kaca café membuat perasaanku sedikit tenang. Lalu lintas di jalan masih padat seperti biasa. Ya, seperti biasa.

Aku mulai membuka kotak yang berisi foto-fotoku dulu bersama Sandeul. Aku melihat foto-foto itu kembali, hingga akhirnya air mataku turun.

“Hyunjoo-ah” panggil seseorang.

Aku mengenal suara ini. Suara yang belakangan ini menghilang dari hidupku. Aku memberanikan diri untuk menatapnya. Dia sudah duduk di hadapanku. Ya, dia—Lee Sungyeol.

Uljima...*” katanya, yang entah mengapa membuatku menganggukan kepala.

Aku pun mengusap air mataku dan meminum minuman yang sudah kupesan. Kulihat matanya menatap foto-foto yang ada di atas meja. Dan dia pun mengambil satu foto. Sedetik kemudian, kudengar dia menghela nafas. Berat.

If I was him, will you hug me too?”

-FIN-

*uljima : jangan menangis



 
 
Current Mood: artisticartistic
Current Music: infinite - voice of my heart
 
 
Ainu Athifah
28 December 2011 @ 05:20 pm
Title: She's Back
Author: secretmvps14
Cast(s): Nam Woohyun (Infinite), Shin Min Ri (OC)
Genre: Romance, Fluff, Songfic
Rating: T
Language: Indonesian
Disclaimer: I own the story and the idea. do not copy please ;)


[if i want she comes back to me, is it wrong?]

Aku menyusuri Pantai Songjeong yang berada di bagian timur kawasan Haeundae, Busan. Pantai berpasir putih ini mempunyai arti tersendiri bagiku. Aku pun duduk di antara pasir-pasir yang terbentang sepanjang pantai ini. Suasana ini mengingatkanku pada orang yang telah menghilang untuk 4 tahun lamanya.

6 tahun yang lalu…

Sekolahku mengadakan study tour untuk murid-murid tahun pertama di SMA.  Kami pergi ke Pantai Songjeong sebagain tempat untuk study tour kami.

Sesampainya disana, kami boleh bermain sepuasnya, namun itu semua tidak menarik perhatianku. Aku lebih memilih memperhatikan teman-temanku, yah, itu lebih menarik.

Sesudah acara bermain bebas, banyak orang yang meninggalkan sampah di daerah pantai. Aku pun berinisiatif untuk mengambilnya dan menaruhnya di sebuah karung. Mungkin ini akan terlihat tidak keren diantara teman-teman sekolahku, tapi… sungguh, aku tidak suka melihat pemandangan sampah seperti ini.

“Mau kubantu?”

Kudengar seseorang berbicara. Perempuan. Aku pun menatapnya.

Dia salah satu teman sekelasku, yang kutahu bernama Min Ri—Shin Min Ri. Aku cukup bingung dan kaget karena ada yang mau membantuku memungut sampah yang sekarang ini jarang sekali dilakukan oleh orang-orang seumuranku.

“Mau kubantu?” dia pun mengulangi pertanyaannya.

“Ng? oh ya, silahkan” jawabku sedikit ragu. Namun, keraguanku akhirnya lenyap setelah melihat Min Ri mengambil sampah-sampah dengan mudahnya dan tanpa raut jijik atau semacamnya. Aku pun tersenyum melihat itu semua.

1 tahun pun berlalu…

Aku berada di tahun kedua dan artinya sudah setahun aku mengenal Min Ri. Kami bersahabat setelah kejadian sampah itu. Only the two of us. Aku merasa senang dengan keadaan itu, dan merasa tidak perlu orang ketiga di persahabatan kami.

Dan setelah kejadian itu, aku merasa ada yang berubah pada diriku. Mungkin ini terdengar seperti kisah basi atau mungkin roman picisan biasa, namun aku benar-benar merasakannya. Setiap kali dia tersenyum atau menatapku, aku merasa jantungku berdebar lebih cepat. Oh, mungkin ini agak berlebihan.

Tea shop hari ini agak sepi, mungkin karena hujan yang terus mengguyur kota ini sejak pagi. Berkali-kali aku melirik ke arah jam dinding yang tepat berada di sampingku dan meminum green tea dengan gelisah. Dimana dia?

“Ah, mianhae”

Aku pun langsung melihat ke seberang meja, dan kulihat Min Ri disana. Aku pun tersenyum tipis.

“Mianhae, Sungyeol mengajakku pergi tadi” terangnya.

Dan aku pun tidak jadi tersenyum.

“Hoo, maukah kau menceritakan kisahmu tadi?” tanyaku dengan nada datar. Namun sialnya, dia menceritakannya dengan semangat, berlainan denganku yang berusaha mendengarkan ceritanya dengan baik.

Only the two of us. Mungkin selama ini aku salah. Mungkin aku terlalu egois untuk meminta persahabatan kita hanya berdua. Mungkin aku takut melihat kenyataan bahwa Min Ri sudah pergi dengan orang lain.

1 tahun pun berlalu lagi…

Di tahun ketiga, aku sibuk memikirkan ujian akhir yang sebentar lagi tiba, dan ujian masuk universitas. Aku masih bersahabat dengan Min Ri, walau sekarang Sungyeol sering ikut bergabung dengan kami.

Karena ujian pun, kami sering belajar bersama—bertiga—bukan berdua di salah satu rumah kami. Walau itu artinya aku harus mengubur dan menjaga perasaanku dalam-dalam agar tidak terbawa emosi jika melihat Min Ri dengan Sungyeol.

Seiring waktu berjalan, akhirnya ujian pun tiba. Seminggu pertama kami disibukkan dengan ujian yang sulit yang kemudian berlanjut dengan tugas-tugas yang kurang. Hari-hari melelahkan memang, namun aku senang karena akhirnya aku lulus sekolah.

Hari kelulusan pun tiba namun aku tidak melihat Min Ri dimana pun. Jika ia pergi, seharusnya ia memberi kabar terlebih dahulu, namun aku tidak menerima kabar apa pun. Aku bertanya pada Sungyeol, namun sepertinya ia sengaja menutupinya dariku. Yah, aku tidak akan memaksa.

Dan akhirnya aku kehilangan Min Ri, entah sampai kapan.

*****

Mengingat semua itu hanya membuatku sakit. Entah mengapa aku masih belum bisa melupakan dia.

BRUKKK!

Tiba-tiba saja sebuah bola menabrak kepalaku. Aku pun langsung mengambil bola itu dan melihat ke arah datangnya bola. Seorang perempuan sedang berlari ke arahku, mungkin ia ingin mengambil bolanya.

“Mianhae” katanya.

Aku pun langsung menatapnya tajam. Aku mengenal suara itu.

“Woohyun-sshi?”

Geunyeoga naege onda, onda, onda (she’s coming, coming, coming)

Aku masih belum bisa menemukan suaraku sendiri. Ya, ini pasti mimpi!

“Benar kan, Woohyun-sshi?” tanyanya ulang sambil tersenyum.

Hwanan misoro onda, onda, onda (with a bright smile coming, coming, coming)

“Ah, iya. Min Ri-sshi?” akhirnya aku menemukan suaraku.

“Betul! Senang bertemu dengan mu lagi, apa kabar?”

Suara cerianya masih seperti dulu. Tidak berubah.

“Baik, bagaimana denganmu?” aku pun balik bertanya. Entah mengapa, senang menemuinya lagi setelah 4 tahun lamanya. Pantai Songjeong pada sore hari menjadi latar belakang tempatku untuk bertemu lagi dengan Min Ri.

Ia pun tersenyum padaku, dan aku pun membalas senyumnya. Mungkin dulu aku pernah salah, tapi aku yakin, ini yang sebenarnya. Only the two of us.

Yeong woni naege onda, onda, onda (forever towards me coming, coming, coming)

Don’t you know.

                                                                                                    ~Fin~    



Tags:
 
 
Current Mood: impressedimpressed
Current Music: infinite - she's back
 
 
Ainu Athifah
10 December 2011 @ 06:35 pm
ohhh yeay! my exam is over today!
finally... I found a happiness in this week hehehe :)
because of that, I can make 2 icons of Jeongmin, you can check it:

p.s I set it in 200x200 pixels
 

don't forget to add: secretmvps14.livejournal.com
have a nice weekend ;)
Tags: ,
 
 
Current Mood: excitedexcited
Current Music: B1A4 - My Love
 
 
Ainu Athifah
03 December 2011 @ 08:30 pm
Jendela-jendela besar itu tertutup rapi seakan-akan tidak ingin terbuka lagi. Tirai-tirai pun sudah bergantung di tempatnya. Buku-buku berjejer rapi di rak. Langit pun sudah berubah menjadi gelap dan jalanan pun mulai ramai. Aku sedang membereskan sebagian buku yang masih berantakan. Keringat dan debu sudah menempel di bajuku namun, itu tidak membuatku risih, aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Aku adalah gadis berumur 16 tahun yang bekerja di sebuah perpustakaan tua. Aku sudah bekerja di perpustakaan tua selama 2 tahun dan aku tidak bosan. Menurutku, perpustakaan tua ini mempunyai daya tarik tersendiri. Arsitektur Belandanya membuat suasana perpustakaan ini tenang dan nyaman. Buku-buku tua yang berjejer rapi memberi kesan klasik. Dan satu lagi yang menarik dari perpustakaan ini adalah…

Salah satu pengunjungnya.

Laki-laki.

Yang mungkin seumuran denganku.

Mungkin dia seorang pencinta matematika, karena dia selalu mengambil buku yang berisi rumus-rumus matematika yang rumit. Atau mungkin, dia seorang pencinta astronomi, karena dia juga mengambil buku-buku yang berisi gambar-gambar planet.
Entahlah.

Aku hafal tempat duduk mana yang akan ia duduki. Rak buku yang mana yang menyimpan buku-buku matematika dan astronomi kesukannya. Apa yang akan ia lakukan jika ia membaca buku yang menurutnya itu menarik. Perubahan mimik wajahnya ketika membaca buku. Yah, aku hafal semua itu.
                                                                                                ***  
Bau tanah bercampur hujan menyeruak keluar dari udara-udara pagi ini. Awan-awan terlihat kelabu walaupun ada matahari di tengah-tengah mereka. Rintik-rintik hujan pun masih setia membasahi bumi. Aku sedang duduk sembari meminum secangkir coklat panas di taman depan perpustakaan. Mengawasi aktifitas-aktifitas manusia di pagi yang kelabu ini.

Laki-laki itu datang ke perpustakaan tua ini di pagi yang kelabu ini. Aku pun segera berlari masuk ke dalam perpustakaan untuk berjaga karena Bu Raina—yang biasa berjaga juga—sedang ada keperluan, walaupun aku punya maksud lain.
Laki-laki itu segera pergi ke rak buku yang menyimpan buku kesukaannya dan kemudian duduk di kursi paling ujung dekat jendela besar itu. Aku pun mengamatinya dari tempat penjaga, sambil berpura-pura sibuk dengan daftar buku yang baru masuk ke perpustakaan ini.

“Apakah buku ini ada lanjutannya?” kudengar seseorang berbicara kepadaku. Suara laki-laki.
Aku pun mengalihkan perhatianku dari daftar buku dan melihat ke arah sumber suara. Dia. Laki-laki yang selama ini menjadi objek pengamatanku, berdiri di depanku.
“Maaf, apakah buku ini ada lanjutannya?” tanya laki-laki itu lagi. Dan suara itu pun menyadarkanku.
“Ngg.. boleh kulihat buku apa itu?” tanyaku disertai senyum tipis. Dia pun mengulurkan buku itu, dan aku menerimanya. Dunia Astronomi Seri Ke-1. “Hm.. setahuku seri keduanya ada. Coba saja cari di rak jejeran ensiklopedi” kataku menjelaskan.
“Terima Kasih” balasnya dengan senyum.
Percakapan pertama kami, yang diakhiri dengan kata ‘terima kasih’. Entah mengapa aku sudah merasa lebih dari cukup.
                                                                                          ***
 
 
 
 
 
 
Tags:
 
 
Current Mood: crushedcrushed
Current Music: APink - My My